Apabilasuka membaca novel ada judul yang sangat direkomendasikan. Judul novel tersebut adalah Kata Rintik Sedu. Novel ini ditulis oleh Nadhifa Allya Tsana pada tahun 2018. Novel ini cocok dijadikan bacaan karena isinya sangat ringan. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai novel ini, simak sinopsis novel Kata Rintik Sedu di bawah ini.
25Kutipan Manis Novel Rintik Sedu Karya Nadhifa Allya Tsana. 23 September 2021 11.21 PM · Bacaan 5 menit. Fimela.com, Jakarta Nadhifa Allya Tsana atau akrab dipanggil Ntsana merupakan seorang gadis kelahiran Jakarta, 4 Mei 1998. Lewat bukunya Geez and Ann dan Kata, Ntsana tumbuh sebagai penulis muda yang sangat berbakat dan digandrungi remaja
Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial yang ada pada novel Kata karya Rintik Sedu, hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat dalam novel Kata karya Rintik Sedu, dan relevansi hasil penelitian tentang nilai sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII. Peserta didik diharapkan dapat meningkatkan wawasan mengenai kajian
Resensinovel kata tentang senja yang kehilangan langitnya, sinopsis novel kata tentang senja yang kehilangan langitnya, kata tentang senja yang kehilangan langitnya pdf, ringkasan novel kata rintik sedu, isi novel kata, novel kata pdf, quotes novel kata rintik sedu, sinopsis novel kata karya rintik sedu, Satu kata menjadi satu kalimat.
Judulbuku : Kata. Karya : Rintik Sedu. Tahun terbit : 2018. Penerbit : Gagas Media. Sukses dengan kisah #GeezdanAnn, Rintik Sedu hadir kembali menyapa pembaca setianya melalui kisah Binta, seorang mahasiswi komunikasi yang berparas cantik. Sayang sifat Binta yang tertutup dan cuek membuatnya tak memiliki banyak teman.
ResensiNovel "Kata, tentang Senja yang Kehilangan Langitnya" Karya Rintik Sedu . 29 Januari 2020 10:40 Diperbarui: 18 Agustus 2021 12:29 49639 1 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Dok. Penerbit: Gagas Media. Judul Buku: Kata. Penulis: Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu)
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banyak orang yang mengatakan jika dalam suatu hubungan persahabatan antara pria dan wanita, salah satunya atau bahkan keduanya pasti ada yang menyimpan rasa. Beberapa mungkin saling berkomitmen menjalani hubungan yang lebih serius, tapi ada beberapa yang memilih tidak menyuarakan perasaan mereka. Hal seperti ini juga tertuang dalam novel Kata karya Rintik ini berkisah tentang seorang gadis bernama Binta yang memendam perasaan pada sahabatnya sendiri dan dirundung rasa rindu pada Biru, sahabatnya. Sedari kecil mereka selalu bersama, tapi kini harus dipisahkan dengan jarak. Keduanya saling menyimpan perasaan tapi tak saling menyuarakan. Di sisi lain, kehidupan Binta justru diusik dengan kehadiran Nugraha dalam yang sedari kecil berambisi untuk menjelajahi seisi bumi, memutuskan untuk tidak berkuliah setelah lulus SMA, dirinya lebih memilih menjadi seorang petualang dan meninggalkan Binta sendiri dengan perasaannya. Binta yang bingung dengan kepergian Biru, justru diusik dengan kedatangan orang tak dikenal bernama Nugraha dalam kehidupannya. Nugraha benar-benar tertarik dengan kepribadian Binta sejak pertama kali bertemu, dirinya menginginkan untuk mengenal lebih jauh sosok Binta. Walau sudah ditolak berpuluh kali, Nugraha tetap tidak menyerah untuk dekat dengan Binta. Tak disangka, sedikit demi sedikit hati Binta luluh. Tanpa sadar Binta telah nyaman dengan Nugraha, tapi di situasi seperti itu Biru justru kembali pada Binta. Binta yang memang masih memiliki rasa dengan Biru, memilih pulang, kembali pada Biru. Namun nyatanya, perasaan memang tak dapat dibohongi, Binta menyayangi Biru tapi tak lebih dari sekedar sahabat, yang dia anggap rumah ternyata hanya tempat singgah, yang menjadi rumah tempat kembali hanyalah Nugraha. Binta yang keras kepala, memilih untuk menentang kata hatinya. Namun Biru yang menyadari perasaan Binta justru mengikhlaskan perasaannya dan merelakan Binta untuk bersama dengan Nugraha. Kisah cinta segitiga yang disajikan oleh ntsana ini memberi kesan yang berbeda di hati para pembacanya. Tokoh Binta yang sulit ditebak, membuat pembaca kebingungan dengan sikapnya terhadap Nug, dirinya benar tak bisa jujur pada perasaannya sendiri. Berkali-kali Binta mencoba untuk membenci Nugraha, maka berkali-kali pula Binta membohongi dirinya sendiri. Tokoh Binta ini sangat keras kepala untuk mempertahankan Biru dihatinya, padahal yang sebenarnya terjadi adalah hatinya menginginkan Nugraha. Sama halnya dengan Binta, Biru juga selalu menentang kata hati, Dia tak ingin perasaannya pada Binta lebih jauh daripada sahabat, tapi kata dan hati tak sejalan, kenyataan yang ada adalah dirinya menginginkan Binta lebih dari sekedar sahabat. Jika orang-orang berpikir bahwa menyatakan perasaan pada seseorang yang memiliki rasa yang sama akan semudah membalikkan telapak tangan, tidak dengan Biru. Biru justru menganggap dirinya tak pantas untuk dicintai oleh Binta, Dan memilih untuk tidak menyatakan perasaannya. Butuh berpikir beribu-ribu kali untuk melakukan hal tersebut. Hingga saat dirinya sudah yakin akan perasaannya, hati Binta justru telah jatuh pada orang yang berbeda, bukan dirinya. Meskipun novel ini berhasil menyihir banyak sekali pembaca, namun novel ini juga cukup sulit untuk diangkat kedalam kehidupan nyata. Banyak diantara bagian-bagian cerita yang di deskripsikan oleh penulis lebih berimajinasi dari apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan. Pengekspresian tokoh dalam cerita ini begitu terperinci sehingga meminta pembaca agar dapat berekspetasi serupa dengan penulis. Ntasana berhasil merangkai kata-kata nan indah dan mudah membuat pembaca dari cerita ini sangat sulit kita lihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Pembaca dapat membayangkan apa yang terjadi pada tokoh meskipun konflik yang dialami tokoh sangat rumit. Pembaca akan dibuat bingung terutama kepada tokoh Binta, karena dalam novel ini diceritakan bahwa Binta yang mulai menyimpan rasa pada Nugraha justru masih mengharapkan Biru untuk datang kembali dari masing-masing tokoh begitu kuat sehingga pembaca harus ekstra dalam membayangkan seperti apa tokoh tersebut ketika membaca novel ini. Apalagi ketika pembaca ingin mengimajinasikan jika dirinya ada pada posisi para tokoh, perlu perhatian tambahan. Membaca novel ini sangat membutuhkan fokus yang baik agar pembaca bisa memaknai maksud yang dituangkan oleh karakter dalam novel ini dibuat sedemikian rinci agar pembaca mudah membedakan terutama kepada siapa sebenarnya hati Binta berlabuh. Pembaca banyak dibuat bingung dengan pemikiran dan isi hati Binta. Sosok Binta yang keras kepala, tidak mau mencoba hal baru padahal ada yang lebih baik bagi dari itu, novel ini telah menjadikan Ntasana dengan nama pena Rintik Sedu melejit, apalagi dikalangan para remaja. Karya-karyanya dapat dikatakan tidak ada yang gagal. Ntasana berhasil meninggalkan bekas pada hati para pembaca dan membuat untuk tidak pernah bosan membaca hasil karyanya. DIBUAT OLEH ANNISHA TRIANA DEW dan ILMI NURAINI XII MIPA 1 Lihat Fiksiana Selengkapnya
Book yang terjebak di masa lalu, untuk yang sedang melangkah ragu, buku ini akan membantumu beranjak dari kata yang lalu, ke kata yang baru. — Rintik bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini diluar kendaliku.” — Nugraha.“Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku.” — Biru.“Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta. — Binta.“Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan.”Judul KataPenulisRintik seduEditor Sulung S. HanumPenerbit Gagas MediaHalaman vi+389 hlmISBN 978–979–780–930–4Harga dapat sebuah rekomendasi untuk membaca novel dengan judul Kata’ karya Rintik Sedu oleh adik saya. Sebenarnya saya tau siapa penulisnya, penulis yang aktif di salah satu platform menulis cerita itu sudah menerbitkan tiga novelsebelum menerbitkan novel satu ini. Namun, saya tidak pernah membaca satupun karya miliknya. Saya terlalu banyak membaca novel dengan cerita yang sama di masa sekolah dulu, jadi membuat saya bosan dan berhenti membaca cerita-cerita sejenis itu. Tapi, adik saya tidak berhenti untuk menyuruh saya membaca novel satu ini. Saya mulai mencari-cari review tentang novel ini, dan hasilnya nihil. Yang saya dapatkan hanya resensi dan feedback baik oleh para pembaca. Tentu saja itu tidak cukup untuk saya. Namun, saya dikirimi unggahan oleh adik saya, yang berisikan tentang curahan penulis tentang novel ini. Yang saya ingat adalah bahwa novel satu ini berbeda dari novel-novel sebelumnya. Dan yang penting adalah novel ini tidak tentang anak sekolahan. Maka dengan didasari oleh apa yang saya ceritakan ini, ditambah dengan rasa haus akan bacaan saya waktu itu, saya membeli dan membacanya. Harga di Gramedia kota saya cukup mahal, karena berada di luar Pulau Jawa, novel ini dijual dengan harga pertama yang menarik dari novel ini adalah covernya. Novel dengan tebal 396 halaman ini dibaluti oleh sampul yang menarik. Di covernya, tampak sepasang perempuan dan laki-laki yang duduk berdua menikmati senja. Senja yang indah. helloditta sudah mampu memikat mata pembaca dengan hanya sekali lirikan mata. Di dalamnya, di setiap pergantian bab, saya disuguhi oleh ilustrasi apik sesuai gambaran judul bab. Tidak lupa, pembatas novel. Pembatas novel ini benar-benar serasi jika disandingkan dengan judul novel. Simple dan cerita itu sendiri, novel ini menceritakan kehidupan Binta yang kemudian diisi oleh Nugraha dan Biru. Saya tidak ingin menceritakan lebih lanjut karena tidak ingin terkesan menjadi spoiler. Namun, kalimat “Tentang senja yang kehilangan langitnya.” itu benar sekali. Binta benar-benar kehilangan langitnya, tapi dia mendapatkan yang lebih baik dari langit, ialah awan dengan segala cerita indah di dalamnya. Novel ini memperjelas bahwa cinta tak melulu butuh sebab. Cinta tak melulu harus ditanya dan dijawab. Acapkali kita lupa bahwa cinta tak selalu tentang yang kita inginkan, melainkan cinta adalah tentang yang kita butuhkan. Rintik Sedu, sudah sangat baik untuk memperjelas ide ceritanya. Dan sesuai dengan alasan saya membeli dan membaca novel ini, ceritanya tidak berlatar anak sekolahan, melainkan anak kuliahan. Untuk penggunaan bahasa, cukup mudah dipahami dan cocok dijadikan bacaan ringan di saat weekend!Saya perlu jujur untuk mengakhiri review ini. Buku ringan dan cukup menghibur, jalan ceritanya sederhana dan mudah ditebak, tipikal teenlit. Jadi, saya merekomendasikan novel ini untuk bacaan remaja sekolahan 7/ membaca!
resensi novel kata rintik sedu