Faedah Hadits. Pertama: Sifat malu adalah warisan para nabi terdahulu. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan mengenai perkataan dalam hadits tersebut “Sesungguhnya perkataan yang diwarisi oleh orang-orang dari perkataan nabi-nabi terdahulu.”. “Hadits ini menunjukkan bahwa sifat malu adalah sisa ( atsar) dari ajaran Nabi terdahulu. Hukum Meluruskan Shaf. Jumhur ulama (mayoritas) berpandangan bahwa hukum meluruskan shaf adalah sunnah. Sedangkan Ibnu Hazm, Imam Bukhari, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Asy-Syaukani menganggap meluruskan shaf itu wajib. Dalil kalangan yang mewajibkan adalah berdasarkan riwayat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Lafal tersebut memiliki arti “dan semoga Allah juga membalasmu dengan kebaikan”. Akan tetapi, jika orang yang mengucapkan adalah sekelompok orang maka pelafalannya akan berbeda. Kamu bisa menjawabnya dengan mengucapkan lafal “Wa jazakumullah khairan”. Lafal ini memiliki arti “dan semoga Allah juga membalas kamu (kalian) dengan Jawabannya, semua azan yang didengar itu diikuti (dijawab), itu lebih baik. Ingat, menjawab azan tadi hukumnya sunnah, bukan wajib. Mengikuti ucapan azan itu ada setelah kalimat azan diucapkan, bukan bersamaan dengan ucapan kalimat azan. Kalau mendengar azan mulai dari pertengahan, maka yang diikuti (dijawab) adalah sisa yang didengar. Doa setelah makan Rumaysho adalah sebagai berikut: Bismillahirrahmanirrahiim. Alhamdulillahil ladzi at’amana wasqana, wa ja’alna minal muslimiin. Allahumma a’ti nafsi taqwaha, wa zakkiha anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha wa maulaha. Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Doa ini berisi meminta rahmat, ampunan, selamat dari dosa. Walaupun haditsnya dhaif, namun secara makna bisa diamalkan. Daftar Isi tutup. 1. Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaan berdoa serta penjelasan beberapa doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1.1. Hadits #1493. 1.2. .

ucapan adalah doa rumaysho