CerpenCinta Pertama : First Love Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Oct. 18. Rindu. ku tak tau kerinduan ini begitu dalam dan menyakitkan raga ini menangis dalam kegelapan dan kesendirian hanya karena ingin bertegur sapa dengan
Menyakitkanselama 4 tahun itu, Cuma setahun pertama dia masih komunikatif..selebihnya dia bagaikan jin yang menghilang-hilang."Gimana kuliahmu, Dan?" duhhh tolol bangettt sih nanya yg gak guna., padahal udah tau kalo dia kembali itu berarti kuliahnya uda kelar, dan dia mau menepati janjinya.
Akubiasa menulis-menulis cerpen atau novel (bila waktu luang banyak). Jika sedang mendapat banyak inspirasi untuk cerpen biasanya 10 halaman jadi dalam satu hari. Mungkin karena kamu orang yang baik, dan fans pertama aku yang aku tau. Sebenernya, dulu waktu aku tau nama kamu itu bukan karena Andy. Aku tau semuanya sendiri dari nyari tahu
Kaubenar Awan, cinta bisa tetap terjaga sekalipun kita tak pernah bersama cinta memang tak harus memiliki, bagiku cinta yang besar lebih berharga dibandingkan kebersamaan yang hampa. Seandainya saja aku bisa menjadi bintang kecilmu, yang kan senantiasa sinari jiwamu. namun aku sudah cukup senang kok bisa menjadi Pelangi kecilmu
CerpenCinta: Last Love Apa yang kau katakan itu hampir benar apa adanya, aku memang kesepian dan aku punya masa lalu yang menyakitkan.. Beberapa hari berlalu, kami ketemuan di cafe, kami saling bertatap muka. Sedikit perasaan grogi muncul, kami berbincang satu sama lain, namun itu pertama kalinya kita berbicara panjang. Setelah mengetahui
Pertemuanawal cinta mereka adalah ketika Florentino Ariza yang bekerja sebagai pengirim telegram pergi ke rumah Fermina Daza. Pada pandangan pertama inilah keduanya langsung jatuh cinta. Percintaanpun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Surat-menyurat menjadi hal yang mengasyikkan dan mendebarkan bagi jalinan cinta mereka.
. Cerpen Cinta – Kisah yang paling sering diangkat menjadi sebuah cerita pendek adalah cerpen cinta. Cerpen ini akan mengutamakan kisah cinta si tokoh utama dengan ending yang dibuat sedemikian menarik di bagian akhir. Beberapa konflik mungkin akan dimunculkan. Cerpen adalah sebuah karya sastra yang penokohannya hanya berpusat pada satu orang serta panjang ceritanya yang hanya sedikit. Biasanya cerpen ditulis dengan tema perorangan seperti cerita sehari-hari atau bahkan kisah pribadi. Cerpen dengan tema cinta ditujukan untuk penggemar karya fisik dari umur 15-20 tahun. Karena cerpen cinta ini mengandung cerita yang membawa kisah percintaan remaja. Macam-macam Cerpen Cinta Cerpen cinta sendiri dibagi lagi menjadi beberapa bagian tema yang bisa dijadikan referensi bagi yang ingin membacanya. Jenis-jenis cerpen cinta ini mengandung inti cerita yang berbeda pada setiap bagiannya. Merujuk pada cerpen sendiri, sudah pasti isi dari cerpen cinta ini akan dibuat padat serta menarik dari segi ceritanya. Berikut ini adalah beberapa jenis cerpen cinta yang akan dibahas. 1. Cerpen Cinta Romantis Cerpen Cinta Romantis Sesuai dengan namanya cerita ini mengisahkan sebuah kisah romantis anak muda. Biasanya jenis cerpen seperti ini banyak disukai, karena kisahnya yang manis dan romantis. Seperti contoh cerpen berikut Gadis mungil itu masuk kedalam sekolah barunya. Dengan kamera yang tergantung di lehernya serta tas di punggungnya. Gadis itu tetap berjalan sembari memperhatikan beberapa orang yang masuk bersama dirinya. Benda yang ia cari dari tadi pun ditemukannya. Gadis itu mencari namanya di papan mading itu dan menemukannya. Baca Juga Contoh Cerpen Romantis 7-A Allirania Westora Lalu dia memperhatikan satu persatu nama teman yang berada di kelasnya hingga ia berhenti di satu nama. Zidan Malvianer Tanpa sadar, ia tersenyum saat melihat nama itu. Lira berjalan kembali sambil mencari kelasnya. Saat berbelok, tanpa sadar ia menabrak seseorang yang menyebabkan ia terjungkal ke belakang sambil menatap ke arah orang yang menabraknya. Lira terpaku saat orang itu mengulurkan tangannya untuk menolong. “Maaf, tadi gue gak liat jalan.” Lira hanya diam sambil menatap orang itu yang sekarang memaksanya untuk bangun. “Anak baru?” Lira memperhatikan style orang di hadapannya itu dalam diam. Headphone, ransel serta kupluk yang warnanya semua hitam. “Kelas berapa.?” Lira menatap mata orang yang berada di hadapannya. Mengalihkan perhatiannya dari penampilan orang itu. “Nama lo?” Lira tersentak. Orang itu menatap Lira lembut sambil menunggu jawaban Lira. “Li..Lira.” Akhirnya suara pelan itu keluar dari mulut Lira. Meskipun dengan gugup dan sedikit gemetar. “Ooh, nama lo Lilira. Gue Genta. Kelas 11 IPA 2. Udah milih mau ekskul apa? “Bukan Lilira tapi Lira. Kelas 10 Bahasa 1. Hmm.. Mungkin fotografi, kak.” Lira tanpa sadar tersenyum sambil menyembunyikan raut merah di wajahnya. “Oke. Gue cabut dulu ya, Lira. Sorry, udah buat lo jatoh tadi. Bye.” Lira menatap Genta yang berjalan menjauh melewatinya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. “Namanya Genta.” gumam Lira. Lira berjalan masuk ke dalam kelasnya dan menemukan tempat kosong di pojok belakang kelasnya. Ia mengambil tempat di sana dan melepas kamera yang tergantung di lehernya tadi. “Hai, gue boleh duduk disini?” Lira mendongak dan menatap nama yang tertera di name tag seragam cowok itu. “Boleh. Salam kenal, Zidan.” 2. Cerpen Cinta Sedih Cerpen Cinta Sedih Berbeda dengan cerpen sebelumnya kisah yang satu ini tidak mencerminkan keromantisan. Justru menonjolkan kisah yang terbilang sedih. Seperti ini contoh cerpennya Aku menyanyikan lagu It Will Rain milik Bruno Mars sambil memandangnya di tengah cafe. Duduk di tempat favoritnya dengan pesanan yang sama setiap harinya. Dia suka lagu ini. Karena itu dia selalu tersenyum memandang lurus ke depan dan sesekali bersenandung. Bagian terbaiknya, dia selalu ikut bernyanyi di bagian reffrain. Maka dari itu, suaraku selalu agak kupelankan agar aku dapat mendengar suara indahnya. Gadis ini kehilangan penglihatannya setahun yang lalu. Itu yang kutahu. Dan setelahnya, aku mengajaknya ke cafe ini dan mendengarkanku bernyanyi. Yeah, aku ingin membuat dirinya menjadi milikku namun.. “Sayang, kamu disini. Kita pulang ya,” ..Itu tidak mungkin. Seorang lelaki menghampirinya yang ku tahu bernama Adly, ternyata dia tunangannya. Setelah aku menemukannya di taman dan mengajaknya ke cafe, pada hari itu pula hatiku patah saat melihat kenyataannya. 3. Cerpen Cinta Segitiga Cerpen Cinta Segitiga Mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain itu memang menyakitkan. Seperti cerpen cinta segitiga ini Aku melihatnya selalu. Di tempat itu, bersama orang yang sama. Indira Rayana Putri. Seorang gadis yang menjadi idola di kampus dan selalu aku pandangi dari kejauhan. “Hai sayang,” No. Itu bukan panggilannya terhadapku. Bukan juga suaraku yang memanggil dirinya. Itu suara Agna, pacar Raya yang selama setahun ini menemani hari-hari gadis itu. Bagiku, saat dimana Raya memanggil namaku adalah kebahagiaan semu. Aku hanyalah bayang-bayang Raya. Aku tidak pernah dianggap terlalu penting di kehidupan Raya. Hanya berusaha selalu ada disaat dia butuh. “Arich, bisa bantuin gua engga?” Aku hanya tersenyum jika Raya sudah menghampiriku dengan wajah puppy facenya yang khas. Raya selalu datang padaku jika dia butuh sesuatu. Dan aku, hanya bisa menuruti semua maunya. Raya menangis. Kali ini Agna tidak membalas pesan singkatnya. Raya bersandar di pundakku dengan isakan yang masih terdengar di telingaku. “Gua kurang apa, rich? Agna selalu aja kaya gitu. Dia anggep gua ada gak sih, dia anggap gua pacar bukan sih.” racaunya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Jujur saja. Aku sudah ingin membuat tanda di pipi Agna sekarang. Dia tidak berhak membuat Raya menangis seperti ini. “Andai, Agna seperti elo, Rich. Mungkin air mata sialan ini tidak akan keluar dari mata gua.” Deg. Raya andai kamu tau. Aku engga akan biarin kamu nangis kaya gini. “Aku cuma mau kamu tau, kalo selama 2 tahun ini perasaan itu ada. Selalu tumbuh tanpa aku sadari. Selalu berpendar jika kamu di dekatku.” Dia berdiri disana. Dengan wajah yang kecewa. Aku tau. Keputusan yang aku buat bisa membawa dampak besar. Dan itu terlihat di matanya. Kekecewaan yang besar. Aku memejamkan mata sejenak sembari menelan ludah yang mengganjal di tenggorokan. Aku siap. Apapun itu. Apapun jawaban di sikapnya, aku siap menerima resikonya. Baca Juga Cerita Hantu 4. Cerpen Cinta Pertama Cerpen Cinta Pertama Jatuh cinta untuk pertama kalinya memang terasa aneh dan selalu membuat jantung deg-degan. Setiap orang pasti mengalami cinta pertama, tapi entah kapan rasa itu tumbuh. Seperti cerita cinta pertama berikut ini Bian ini teman sekelasku di SMP. Dulu, kami tidak terlalu dekat hingga akhirnya wali kelasku menyatukan siswa-siswi dalam satu meja. Saat itu aku berkenalan dengan Bian. Bian itu dulu tak setinggi sekarang. Tingginya dulu sepantaran denganku. Namun, saat kelas 8 dia ikut ekskul voly dan saat itu aku menyadari, Bian telah menjelma menjadi cowok macho dan kharismatik di mataku. Bian bukan seperti Arjuna dalam tokoh pewayangan yang serba sempurna. Bian hanyalah Bian. Dengan segala kehangatan dan kekonyolannya yang kadang diluar wajar. Bian enggak pernah mau disamakan dengan most wanted di sekolah. Meski aku terkadang suka melihat beberapa siswi menahan nafas saat melihat Bian, tapi Bian tidak peduli. Ia hanya mau menjadi dirinya sendiri. Entah sejak kapan perasaanku pada Bian tumbuh. Yang jelas, tiap aku berdekatan dengannya degupan jantungku selalu lebih cepat dan pipiku yang merona merah. Menyatakan perasaanku? Sama sekali tidak pernah terfikir dalam benakku untuk bilang suka’ atau bahkan sayang’ pada Bian. Hanya satu yang kusyukuri, aku dapat melihat sorot mata teduhnya dan terkadang senyum manis dengan lesung pipit di kedua pipinya terbingkai indah di wajahnya. “Na, pulang sekolah nonton yuk.” ucapnya. Aku tersadar dari lamunan panjangku selama Bian menonton Gladys latihan. Deg. Dadaku berdegup lebih cepat. Bian memang sangat dekat denganku. Hampir semua kegiatannya ia lewati bersamaku. Tapi, mengapa ajakannya kali ini berefek besar pada jantungku? Baca Juga Cerita Hikayat 5. Cerpen Cinta Islami Cerpen Cinta Islami Dua insan yang jatuh cinta namun tetap ingin mempertahankan keteguhan imannya. Hal tersebut membuat keduanya mencintai dalam diam sampai akhirnya waktu yang mempersatukan. Inilah contoh cerpen cinta yang islami Santriwan dan santriwati mulai berdatangan ke pesantren. Dengan membawa tas besar untuk bekal mereka selama berada disana. Beberapa ustad dan ustadzah tampak menyambut mereka dengan senyuman hangat. Salam dan sapa terdengar bersahutan dari mereka sehingga pelataran gerbang hingga halaman pesantren penuh dengan para santri. Bersamaan dengan para santri yang baru masuk. Hari itu, gadis dengan kerudung biru menatap gerbang pesantrennya dengan getaran tubuh yang lumayan kencang. Baru pertama kali ia melihat pesantren dan kali ini ia harus tinggal terpisah dengan keluarganya. Baginya, ini adalah pengalaman pertama kali berpisah dari orang tuanya. Dan, pertama kalinya ia merasakan sekolah khusus islam seperti ini. Tas yang dibawanya lumayan besar hingga ia lumayan kesusahan membawanya. Hingga sebuah tangan menahan tasnya dan juga membuatnya berpaling. Seorang santriwan menatap tas besarnya lalu mengambil alih pegangan tas yang sudah terlepas dari tangan gadis itu. “Santriwati baru, ya? Di kamar mana?” Tanya santriwan yang masih belum dijawab oleh gadis itu. Gadis itu akhirnya merunduk malu ketika santriawan di hadapannya tersenyum lebar. “Kamar Khadijah, akhi.” Jawabnya pelan. Santriwan itu berjalan dengan menenteng dua tas di antara kedua tangannya. Matanya menatap lurus ke arah jalan tanpa menoleh ke arah gadis yang berjalan dengan malu di belakangnya. Gadis itu menatap punggung santriwan yang membantunya. Punggung besar khas laki-laki itu barulah pertama kali dilihatnya. Keluarganya hanya beranggotakan perempuan karena figur seorang ayah sudah lama meninggal. Santriwan itu berbelok dan menuju gerbang kamar santriwati. Langkahnya terhenti dan menoleh ke arah gadis yang masih berjalan dengan menunduk. Hingga akhirnya kepala gadis itu menabrak dada santriwan yang sudah mengulum senyum. “Afwan Akhi. Saya tidak lihat tadi.” Ucap gadis itu cepat. Santriwan itu tersenyum lembut. “Nama ukhti siapa?” Tanya santriwan itu pelan. Gadis itu mulai kesulitan menyembunyikan rona merah di wajahnya. Sembari mengambil alih tas besarnya, gadis itu perlahan mengangkat kepalanya hingga matanya bertemu dengan mata santriwan itu. “Nama saya Naira, Akhi.” Ucap gadis itu pelan. “Nama saya Ali, Ukhti.” Balas santriwan itu. Debaran itu mulai muncul diiringi dengan rasa menghangat di hati keduanya. Senyuman yang tersungging saling berbalas. Dengan mata yang memandang malu-malu, keduanya saling menahan senyuman yang semakin lebar. Itulah beberapa macam dan penjelasan cerpen cinta yang dapat dijadikan bacaan yang ringan dan menyenangkan hati. Cerpen cinta akan menimbulkan kesan mendalam bagi pembacanya. Sesuai dengan tema yang dibawakan. Pembaca akan hanyut dengan cerpen cinta yang dikarang oleh si penulis dan terbawa akan suasananya. Terutama jika cerpen cinta itu dibawakan dengan baik dan penyampaiannya cerita yang tidak berbelit. Cerpen Cinta
Cerpen Karangan Vika PrasisKategori Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan Lolos moderasi pada 8 October 2014 Hay, namaku vika prasis, aku biasa dipanggil Vika, aku memiliki seorang kekasih yang beranama Dwi teguh arefianto panggil saja ia Reef, kita sudah pacaran lebih dari 4 tahun, dan kini kita memutuskan untuk menikah, keluarga dan teman teman ku pun sangat menyukai reef, karena reef sosok yang sempurna buat mereka, Karena aku selalu menutupi kebohongannya, ya Reef sudah memiliki seorang istri dan seorang anak laki-laki yang berusia 3 tahun, tapi aku tak pernah berkata jujur tentang hal ini kepada keluarga ku maupun teman teman ku, kedengarannya mungkin aku jahat, telah merebut suami orang, tapi ini semua Karena kami saling mencintai. Tibalah hari yang ku tunggu-tunggu, hari ini adalah hari pernikahan ku dengan reef, tampak jelas raut bahagia di wajah aku reef dan seluruh tamu yang hadir, “selamat ya vika” “semoga langgeng ya sama reef” “semoga cepet punya baby ya”. yap begitulah kira kira ucapan yang dilontarkan oleh para undangan yang hadir di acara ku. Acara pun telah usai, aku dan reef segera membersihkan badan, dan menikmati malam pertama kami. Hari-hari kami jalani dengan indah, penuh cinta di antara kami, namun reef suamiku sering kali meninggalkanku keluar kota untuk urusan kerjanya, namun aku coba untuk mengerti dia, mengerti tentang pekerjaannya. selama reef pergi, sesekali aku kunjungi istri pertamanya, dan tak jarang aku bawa bingkisan untuk Calief anak mereka, aku menyayangi calief seperti anak ku sendiri. Ketika reef pulang dan tak ada kerjaan ke luar kota, ia sesekali menemaniku untuk jalan jalan keluar, namun terkadang ia sempatkan untuk pergi ke rumah istri pertamanya, memang mulut ku bisa menerima keadaan ini, tapi tidak dengan hati ini, sungguh perih sekali, hinnga suatu saat tiba tiba aku menanyakan perasaannya, “mas, aku mau tanya boleh” ucap ku pada reef, yang sedang asik dengan laptopnya, “apa sayang?” ucap reef dengan manis kepadaku, “kamu sayang sama aku?” ucap ku dengan nada rendah, “kok kamu tanya gitu sih?” ucap reef lembut sambil membelai rambutku, “gak papa, maaf ya mas,” ucap ku lirih, “kamu kenapa sih?” tanya reef yang kini duduk di hadapanku, aku pun hanya terdiam, “bicara aja” ucap reef lagi, “aku cemburu kalo kamu ke tempat mba Carla istri pertama reef” ucap ku lirih, “maafin aku ya” ucap reef singkat dan langsung memeluk tubuhku. aku pun tak melanjutkan pertanyaan ku dan mulai terlelap dalam pelukannya. 2 tahun kemudian, aku belum juga memiliki buah hati, reef menyuruhku untuk periksa ke dokter, tapi aku takut dengan pernyataan dokter nanti, “yuk kita ke dokter” ajak reef, “hmm, aku gak mau” ucap ku menolak ajakan reef, “kenapa sayang?” tanyanya lagi, “aku takut” ucapku singkat, “takut apa” ucap reef merangkul pundakku, “bagaimana kalau dokter mengatakan yang tidak enak?” ucap ku lirih, “sayang, apapun pernyataan dokter nanti, aku akan tetap terima kamu apa adanya kok” ucap reef menenangkan ku, aku pun menyetujui ajakan reef untuk ke dokter. Sesampainya di dokter, aku dan reef pun segera masuk ke dalam ruangan dokter dan memulai untuk periksa, “gimana istri saya dok?” ucap reef yang duduk berhadapan dengan dokter yang sudah memeriksa ku, “rahim istri bapak tidak kuat untuk mengandung pak, itu dikarenakan semasa muda istri bapak sering mengkonsumsi makanan yang tajam” ucap dokter memberitahu, terlihat jelas sekali tampak raut sedih di wajah suamiku, “maksud dokter tajam itu apa?” tanya suami ku yang ingin sekali mengetahui penyebab sakit ku, “istri bapak terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas, itu yang membuat ia seperti sekarang” ucap dokter menjelaskan, mendengar ucapan dokter aku pun tak kuasa menahan airmata ku, ku teteskan bulir airmata ini karena kesalahan ku dahulu yang tak menjaga kesehatan ku, dan aku belum bisa menjadi seorang istri seutuhnya dan aku belum bisa membahagiakan suamiku, reef pun menoleh ke belakang menatap aku yang sedang terisak tangis, reef pun segera menghampiriku dan mendekap tubuhku penuh hangat, dan akhirnya kami pulang ke rumah kami. Sesampainya di rumah reef dengan penuh kasih sayang menenangkan ku “gak usah sedih sayang, kalo rezeki, kita pasti punya anak” ucap reef membuatku merasa sedikit tenang, “tapi maaf, kau belum bisa bahagiain kamu” ucap ku pada reef, “aku udah bahagia kok memiliki kamu” ucap reef sambil memcium keningku dengan mesra. ya tuhan aku merasa menjadi wanita beruntung bisa memilikinya. 3 tahun kemudian, aku tak kunjung hamil, hingga ku lihat perubahan besar pada suamiku ini, ia jadi sering berpergian dan jarang sekali ada di rumah. Suatu hari reef memaksa ku untuk pindah rumah, dengan alasan rumah yang kami tempati sudah tidak bagus lagi, padahal menurutku rumah ini masih baik baik saja, akhirnya kita pun mengontrak sebuh rumah kecil di daerah cilandak, aku seperti tinggal sendri di rumah baru ku, karena suami ku yang jarang pulang, kecemasan dan kekhawatiran terus mengelayuti perasaan ku, hingga akhirnya ku dapati kabar dari teman terdekatnya, bahwa ia telah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lain adalah atasan di kantornya, oh tuhan betapa sakit hati ini mendapati kabar seperti itu, dan terlebih alasan sebenarnya reef menyuruhku pindah rumah adalah, karena istri barunya tinggal di daerah itu, aku menanggis dan terus menangisi, namun aku berusaha agar tak ada yang mengetahui airmata ku dan mengetahui kelakuan suamiku. Hingga orangtuaku datang mengunjungi ku, “vika, reef mana?” ucap mama ku yang sudah tua, “ehm, reef lagi keluar kota mah” ucap ku berusaha tegar, “oh gitu, kamu sendrian?” tanya mama ku lagi, “iyalah ma, sama siapa lagi” ucap ku dengan senyum sedihku. Berhari hari aku jalani hari hari ku sendri, tanpa ada suami yang menemani ku, ingin aku bercerita tapi aku binggung harus bercerita dengan siapa, hingga aku putuskan aku cerita kepada sahabatku Rivi, rivi ia begitu mengerti perasaan ku, berkali kali ia berusaha mengajakku jalan agar daapt ku lupakan semua masalah ini namun tak bisa ku lupakan begitu saja. Hingga tiba bulan ramadhan, aku laluinya sendri pula, aku sahur, aku berbuka hingga aku shalat tarawih sendri, miris hatiku mengingat semua, ingin aku mengakhiri semua ini tapi perasaan cinta ini masih saja ada untuknya. suara Bedug pun sudah berkumandang dimana mana, pertanda bahwa ramadhan akan segera berakhir, aku ditelpon mama mertua ku untuk lebaran disana, akhirnya aku pun segera berangkat kesana. Setibanya disana aku disambut dengan hangat oleh keluarga suamiku disana, dan betapa terkejut aku, ketika kulihat reef datang dengan istri barunya yang sedang mengandung seorang anak, “ya tuhan cobaan apalagi ini” gumam ku dalam hati, aku berusaha sekuat mungkin agar tak meneteskan airmata ku, mama mertua ku selalu mendukung aku, dan tak perdulikan istri barunya reef, itu pun menjadi semangat kecil dalam hatiku untuk tetap tegar. Malam pun tiba, dimana aku harus tidur satu ranjang dengan suamiku dan madu ku, rasa sakit terus berkecamuk dalam hatiku, rasanya aku berlari dan berteriak sekuat tenaga, namun aku coba untuk sabar dan ikhlas. hari lebaran pertama dan kedua aku lalui di tempat mertua ku, dan aku diantar pulang oleh adik ipar ku sampai di jakarta. Setelah kejadian saat malam idul fitri itu, aku terus merenunggi kesalahanku, tak henti aku mohon ampun kepada allah, atas segala kesalahanku yang tak bisa menjaga suamiku, hingga ku putuskan untuk bercerai dengan reef, perlahan aku cerita kepada kakak ku yang pertama kezia, dan aku mohon pada kezia agar tidak bercerita pada siapapun dulu, terlebih kepada mama ku, “zia, aku mohon, jaga rahasia ini dulu ya” ucap ku menanggis dalam pelukan kakak ku, namun ternyata kezia bercerita lagi kepada kakak ku yang lebih tua darinya, ya dia cherly, kak cherly pun datang ke rumah ku, bertanya yang sebenarnya terjadi padaku, alhasil aku pun menceritakan semua kepadanya, “ya allah, gak disangka, reef yang kelihatan baik, ternyata seperti itu” ucap kakak ku dengan airmata yang ikut menetes di wajahnya, “udah, kamu tinggal sama kakak aja ya, gak usah kamu ketemu lagi sama reef” ucap kakak ku yang mulai membenci reef. Aku pun menyetujui untuk pindah ke rumah kaka ku, disana aku ditanya tanya tentang tahun tahun yang aku jalani, “kenapa kamu terus bertahan?” ucap kak kezia, “aku sayang, aku cinta sama reef kak” ucap ku sedih, “tapi reef gak cinta sama kamu” ucap kakak ku yang bernama steffy, “reef sayang kak sama aku, aku yakin reef masih cinta sama aku” ucap ku kekeuh dengan pendirian ku, “kalo reef sayang sama kamu, dia gak mungkin lukai perasaan kamu seperti ini” ucap kak cherly, aku pun hanya mampu menangisi semua yang telah terjadi di hidup ku. Esoknya aku memberanikan diri untuk bertanya pada mama ku, Karena orangtua ku hanya tinggal mama, “mah, kalo aku cerai dari reef, gimana?” tanya ku dengan hati yang ku paksa untuk tegar, jelas sekali tampak wajah kaget, kecewa, sedih jadi satu di wajah mama ku, “emang ada masalah apa?” tanya mama ku lirih tanpa airmata yang menetes, “udah gak cocok aja mah” ucap ku pelan, “apa gak bisa diperbaiki? coba difikirin lagi” ucap mama ku yang terlihat seperti terbebani, “aku udah fikirin mah, aku yakin” ucapku mantap, mendengar ucapan ku mama hanya diam tak berkomentar apapun, aku tahu sekali sakit yang mama rasakan mendengar aku ingin bercerai, setelah aku bicara seperti itu, aku lihat mama ku selalu murung, dan diam seperti melamun, aku gak tega ya allah melihatnya, perlahan tapi pasti aku mulai menceritakan yang sebenarnya, alhamdulilah mama ku bisa memahami ku, mama ku memang sosok yang penyabar dan kuat, itu yang selalu aku contoh dalam kehidupan ku. Kini aku tak lagi sendiri, aku tinggal bersama keluarga yang sangat menyanyangiku, dan sahabat sahabat ku yang mencintai aku. Dan kini aku telah memiliki seorang kekasih yang beranama imam, dia baik, dia duda ditinggal mati istrinya, ia memiliki 3 orang anak dan mengurusnya sendiri, dia memang sosok laki-laki yang hebat, tapi jujur perasaan ku masih saja milik reef. Berbulan-bulan berpacaran dengan imam, aku tau ia sangat mencintai ku, tapi aku belum bisa merasakan tulusnya cinta dari hatinya, aku pun mulai melayangkan gugatan cerai ke pengadilan, hari pertama sidang, reef suamiku tak kunjung datang, ternyata reef saat ini tengah sakit keras, aku pun tak tega mendengar kabar itu, terlebih lagi istri barunya sekarang meninggalkan reef ketika ia tau reef sakit, aku pun segera pulang ke kampung mertua ku, sesampainya disana aku langsung diajak oleh mertua ku ke rumah sakit untuk melihat suamiku, dan ku lihat disana, sosok suami yang dulu bertubuh besar, kini ia berubah menjadi kurus dan berbaring tak sadarkan sejak 2 hari lalu, ya suamiku koma kini, airmata ku tak bisa aku bendung lagi, aku menanggis menatap wajah suamiku, “reef terkena kanker otak stadium 3 vik” begitulah ucapan mama mertuaku, “ya allah, kenapa harus seperti ini? jangan siksa ia, aku gak sanggup melihatnya” ucap ku dalam tangis, ku genggam erat tangagnnya, ku berbisik kata cinta di telingganya, kebesaran Allah, suami ku mulai membuka kembali matanya, tapi betapa terkejutnya aku, ia tidak mengenali ku, bahkan tidak mengenali orangtuanya, miris sekali hati ini melihat dia berbaring lemah tanpa ingatan apapun, apa yang harus aku lakukan. Keesokan harinya aku kembali ke Jakarta, aku ceritakan semua yang telah terjadi pada reef suami ku. “biarin vik, itu karma buat dia yang udah nyakitin kamu” itulah ucapan yang terlontar dari mulut kakak ku cherly, “kak, aku mohon, lupain itu, kini dia bener bener sakit kak, dia kena kanker otak stadium 3” ucap ku dengan airmata yang menetes, kakak ku pun diam ketika aku mengatakannya, “dia udah gak kenal siapa siapa lagi, aku masih sayang sama reef, aku akan jaga dia sampai habis waktunya” ucapku sambil mengusap airmata yang berlari di pipiku. semua hanya diam dan mengizinkan ku untuk menjaga suami ku reef. Aku pun segera menghubungi imam kekasih ku saat ini, aku ajak ia untuk bertemu, kami pun bertemu di salah satu café di Jakarta, “vik, setelah pengadilan pun selesai, aku akan menikahi mu” ucap imam dengan lantang, ucapan itu pun membuat ku semakin binggung, tapi aku coba untuk mengatakannya, “imam, aku rasa hubungan kita cukup sampai disini aja” ucap ku sambil memejamkan mata, karena kau tak ingin terlihat lemah di hadapannya, “loh? Kenapa vik? Aku salah apa? ” tanyanya sambil mengenggam kedua tanganku, aku pun melepaskan genggamannya, “kamu gak salah, tapi aku akan kembali kepada suami ku reef” ucap ku yang sangat mengagetkan dia, “kamu bercanda kan?” ucap imam, “gak, maafin aku mam, aku Cuma cinta sama suami ku” ucap ku yang terdengar lirih, “suami kamu udah nyakitin kamu vik, khianati kamu” ucap imam ingin melunturkan cintaku, “aku gak peduli mam, mungkin saat itu reef khilaf” ucap ku yang langsung meninggalkan imam sendri di café itu, “kamu benar benar berhati suci vika, gak ada dendam sedikit pun di hati kamu, aku akan tetap nunggu kamu disini” ucap imam. Aku pun segera pulang ke rumah kakak ku, aku mengajak mama dan kakak ku untuk ikut menjengguk reef di kampungnya, aku juga bawa beberapa baju Karena aku akan tinggal disana untuk merawat reef. Sesampainya di kampung, aku langsung menuju rumah sakit, ku masuki ruangannya, kulihat mertua ku menanggis sedih dengan keadaan reef yang semakin kritis, ternyata tak hanya aku yang menanggis, mama dan kakak aku pun ikut menanggis melihat suami ku reef yang terlihat sangat kurus dan tak berdaya sama sekali, “mama maafin kamu kok reef” ucap mamaku sambil mengusap lembut kepala suami ku, “kakak juga amaafin kamu reef” ucap kakak ku, lalu tibalah aku, ku jatuhkan tetes demi tetes airmataku di tangan reef, “aku maafin semua kesalahan kamu reef, aku gak bisa ngeliat kamu seperti ini,” ucap ku lirih sekali, ku lihat reef pun membuka matanya, dan menatap mataku dengan lemah, “aku ikhlas reef ngelepas kamu pergi, aku sayang banget sama kamu” ucap ku sambil mengecup punggung tangan suamiku, kulihat senyum indah di wajah reef, namun senyum itu perlahan memudar dan reef menghembuskan nafasnya yang terakhir di hadapanku, tangis ku pecah tak dapat menahan semuanya, isak tangis pun memenuhi ruangan ini, aku kecup bibir suami ku dengan lembut untuk terakhir kalinya. aku antar reef sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Aku pun kembali ke Jakarta bersama keluarga, sebelum ku pulang, mertua ku bilang, “vika, maafin reef ya” ucap mama mertua ku, aku pun hanya mengangguk pelan, kulihat mama ku dan mertua ku saling berpelukan sedih, ada tangis pula disana, namun bagiku itulah airmata pengikhlasan. Ketika aku kembali ke Jakarta, aku masih saja sedih dengan apa yang terjadi pada ku kini, tapi aku coba kuat tabah dan ikhlas. Cerpen Karangan Vika Prasis Blog Cerpen Mencintai Walau Disakiti merupakan cerita pendek karangan Vika Prasis, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Aku Tidak Mengenalmu Oleh HA Iman adalah segala-segalanya bagiku, hingga ketika ia benar-benar pergi aku bagai tak punya apa-apa selain sesak di dada. Namanya Muhamad Iman, pria yang kukenali setahun silam. Orangnya ceria, humoris Satu Tubuh Oleh Embun Suhaegy Di suatu desa yang terkenal dengan keasrian, keindahan bunga-bunga indah yang banyak tumbuh di kampung itu ternyata tumbuh pulalah seorang gadis yang sungguh kecantikannya bagaikan bunga yang paling indah Sepenggal Cinta Fatimah Untuk Bunda Oleh Meri Andini Kudapati seorang wanita rupawan duduk rapi menadakan tangannya mengharapkan do’anya dikabulkan oleh sang ilahi, ia menangis mengeluarkan bulir-bulir mutiara segarnya setelah seharian penuh ia bekerja, aku melihatnya dan memandangnya Akankah Kau Kembali? Part 3 Oleh Aria Rostiana Empat hari selanjutnya, Bilqis mengajak Kelvin pergi, tapi Kelvin menolaknya. Dia beralasan bahwa dia sedang menyelawat temennya yang kecelakaan padahal Kelvin sedang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Bilqis. “Lo “Love” Rasa Yang Tak Akan Pernah Mati Oleh April lia Cinta. Satu kata penuh makna yang indah. Melebihi kilauan berjuta bintang di langit. Cinta. Semanis senyum yang terlukis di wajahmu. Ya, setiap lekuk wajahmu yang memancarkan keindahan. Sungguh mempesona “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Cinta Pertama Yang Menyakitkan Cinta itu Menyakitkan FILM PENDEK BIKIN BAPER 2018 Angga LOF DaBest kawan kalian masih stay dengan kita. Yapss, ini video short movie pertama kita di YOUTUBE, sebelumnya kita udah upload part pe part di akun ... Watch Now Cerita cinta pertama Video ini berisi cerita cinta pertamaku Cerita Cinta pertamaku, kisah cinta pertamaku, cerita cinta pertama dan terakhir, cerita cinta pertama bertepuk sebelah ... Watch Now CINTA ITU MENYAKITKAN 2 Cinta itu menyakitkan 2 adalah film pendek dari CIM yang pertama dengan cerita yang berbeda. Cinta kadang emang menyakitkan, kadang berkhianat, kadang ... Watch Now CINTA YANG TERPENDAM DaBest kawan kalian masih stay dengan channel gua. Yapss, ini video short movie kesekian gua di YOUTUBE, sebelumnya kita udah upload part pe part di ... Watch Now CERPEN Kisah Nyata, SENJA MEMERAH DIAKHIR DESEMBER part 1 Sebuah kisah nyata. Kisah nyata perjalanan hidup yang penuh liku. senja memerah di akhir desember, sebuah perjalanan panjang. cerpen kisah nyata senja ... Watch Now Mengharukan, Kisah Cinta Paling Sedih Yang Bikin Nangis Jutaan Orang Kisah Cinta dalam video ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata, yang diambil dari ... Watch Now Diam Diam Aku Menyukaimu Kisah Cinta di Sekolah Jangan lupa like, comment & subsribe ya Lipstick cantik dengan teknologi Nano Korea Shopee Instagram ... Watch Now DEMI KELUARGA KURELAKAN KEPERAWANANKU - FILM PENDEK BIKIN BAPER DEMI KELUARGA KURELAKAN KEPERAWANANKU - VIDEO SEDIH video ini kami buat dari cerita kisah nyata di suatu desa yang dimana seorang gadis ... Watch Now Penyesalan Cewek Cuek hargai lah usaha seseorang..yang memberimu perhatian dan kasih sayang, karena kita ga pernah tau,,kapan mereka pergi dan terus menghilang sebelum kita ... Watch Now FILM PENDEK SEDIH BAPER - Short Movie Yaris Mars KETIKA COWOK SUDAH KECEWA - FILM PENDEK SEDIH BAPER terus support kami dengan LIKE, COMMENT, SHERE, & SUBSCRIBE channel ini. bantu ... Watch Now VIDEO BAPER RIVALDY BASKARA Kumpulan Vidgram Baper rivaldybaskara. Watch Now SAKIT BANGET aldokembar24 Hallo gua aldo kembar, di video kali ini tentang hati gua yang sakit karna ngliat cewe yang gua sayang sedih karna orang lain, Instagram Aldo ... Watch Now PENASARAN TENTANG MALAM PERTAMA ??? TONTON SAMPE ABIS !!! Yuhu semuanya!! gimana kabar kalian? hehe Oke kali ini kita lagi bahas tentang malam pertama kita nih hahaha penasaran?? langsung tonton videonya ... Watch Now SALING MENYIMPAN Film Pendek Short Movie Baper Halo temen-temen kali ini aku upload lagi nih shortmovie bapernya. yuk tonton bareng-bareng Pemain Annisa ... Watch Now Film Pendek INKOM "Cinta Segitiga" Film pendek pertama INKOM yang berjudul Cinta Segitiga. sooo bagi yang penasaraan tonton aja langsung guysss. Watch Now Kisah Nyata Cinta Memilukan Karena Dipaksa Menikah Aku Membenci Suamiku Tak Menyangka Suamiku Malah Chanel Ini Berisi Kisah Nyata, Kisah Sedih, Kisah Cerita Nyata, Kisah Islami, Kisah Tauladan, Kisah Bikin Nangis dll Jika saudara/saudari,ingin berbagi cerita ... Watch Now
Di akhir bulan Januari, Mirna akan kedatangan tamu. Seorang lelaki jangkung, dengan hidung sedikit mancung dan gaya rambut yang dikepang. Lelaki itu kerap terbesit dalam benaknya ketika tidur dan melamun. Wajar jika Mirna benar-benar rindu pada Tarno, lelaki jangkung itu. Sebab mereka berpisah sudah dua tahun. Dengan rentan waktu yang cukup panjang itu, hati Mirna kesepian. Hari-harinya selalu sendiri, padahal di sekelilingnya ada keluarga dan adiknya Marni, yang kerap mendatanginya saat sendiri, namun ia mengabaikan adiknya. Sebelum akhir 2017 bertandang, Mirna dan Tarno sering berdua, kadang di ruang tamu, di amper rumah, di halaman rumah duduk berdua di atas lincak di bawah pohon mangga. Sambil menikmati desir angin dan hangat mentari tidak canggung pada keluarga Mirna, karena ia sudah mendapat restu dari orangtua Mirna untuk menjaga dan meminang putri sulungnya. Beruntung sekali Tarno mendapatkan Mirna, perempuan yang seperempat hidupnya besar pada lingkungan agamis. Setiap kali berdua, topik yang mereka bicarakan tidak lepas dari pernikahan. Orangtua Mirna sudah menyarankan pada Tarno untuk mencari tanggal yang baik sesuai kitab primbon. Namun ia masih bingung, bimbang mengelilingi batok kepalanya. Tarno masih ingin bekerja, dan ia akan memenuhi permintaan orangtua Mirna akhir bulan ini, meski dalam hati ia sudah tidak kuat menahan nafsu biologisnya. Ketika memasuki akhir Desember 2019, wajah perempuan sembilan belas tahun itu selalu tampak ceria. Berseri-seri seperti gadis yang melakukan perawatan setiap hari. Teramat bahagia hati Mirna di bulan Desember ini. Harap-harap kehadiran Tarno lebih cepat dari janjinya. Selama bulan Desember, Mirna menunggu di dekat jendela kamarnya, melihat ke halaman yang gersang, segersang hatinya yang menunggu kepastian dari Tarno. Mirna tak pernah bosan melakukan itu—menunggu, meski sampai saat ini ia tidak bertemu Tarno, lelaki yang ia damba. Setiap kali tidur, tak jarang Mirna bermimpi Tarno. Tetapi mimpinya selalu menambah luka di hatinya, karena lelaki yang ia damba—dalam mimpinya—berduaan dengan perempuan yang entah siapa, dan mimpi itu kerap mendatangi tidur Mirna. Karena keseringan, Mirna hampir hafal perempuan itu. Tapi ia yakin mimpi hanya mimpi, tidak lebih dari kembang tidur. Sesekali Mirna bertanya pada ibunya, apakah Tarno memberi kabar meski lewat telepon, namun ibunya menggeleng. Padahal ketika ia meramu kenangan pertama pisah, Tarno berjanji akan sering-sering memberi kabar. Tapi sampai saat ini, lagi-lagi ia belum mendapatkan janji yang tak pasti. Apakah Tarno lupa pada dirinya? Atau sebenarnya hati Tarno sudah ada yang punya? Entahlah, ia hanya bisa memengang janjinya. Pukul empat sore, terbesit dalam benaknya untuk menelpon ibu Tarno. Meski sedikit canggung, ia mencoba melawan getirnya. Mirna takut, rindu dalam hatinya kian menjalar menyesaki labirin hatinya. “Kang Tarno sudah pulang, Buk?” tanyanya berharap ada jawaban yang akan mengobati gelisah dan resahnya. “Iya, Nak, Tarno sudah cukup lama datang. Sekitar, setengah bulan. Apa dia tidak mengabarimu?” Tiba-tiba mata Mirna bening, perkataan ibu Tarno menyayat hatinya. “Kemarin dia bilang akan ke rumahmu, Nak, dan hari ini dia juga bilang begitu.” Mirna merasa terpukul. Dari daun jendela kamarnya, ia manatap kembali luas halaman, seluas harapannya menunggu Tarno yang tak kunjung datang. Sesekali ia memperhatikan pengendara yang hilir-mudik. Dalam hati ia berdoa, dari sekian pengendara, ada orang yang bisa mengobati luka di hatinya. “Ya, sudah Buk, mungkin Kang Tarno akan datang.” Dengan setumpuk tanya dan resah ia menutup teleponnya. Terbesit dalam kepalanya mimpi-mimpi itu, mengingatnya, hatinya bergetar, matanya mengembun. Mirna tetap memaku pandang pada jalan dari dekat jendela. Ia tetap yakin kalau Tarno akan menemuinya di saat diriya membutuhkan hadirnya. Ketika hendak merebahkan tubuhnya, ia melihat sepeda yang sangat ia kenal. Sepeda itu pernah membawannya pergi berdua ke taman yang rindang penuh kupu-kupu dan bunga. Orang yang mengendarai, pun Mirna hafal. Itu Kang Tarno, ucapnya pelan. Secarik senyum terukir di bibirnya. Namun, senyum itu kelu dangan perempuan di gunjing Tarno. Seolah kehadiran perempuan itu menjadi duka baginya. Perempuan berkerudung biru itu memeluk Tarno. Pada jendela itu, gerimis mulai turun. Membekas dan terus membekas. Sontak tubuh Mirna kaku, melangkah ia ragu dan perasaannya pilu, tiba-tiba terbayang pertanyaan dalam angannya. “Apakah ini jawaban dari mimpi beberapa hari lalu?” tanyanya, di hadapan senja yang tiba-tiba membuat matanya jadi berair. * Annuqayah, 2019 Muhtadi .ZL, mahasiswa Institut Ilmu Keislaman INSTIKA Guluk-guluk, Sumenep, Madura dan Pengurus Perpustakaan PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif di Komunitas Penulis Kreatif KPK-Iksaj dan Komunitas Cinta Nulis KCN Lub-Sel.
Cerpen Karangan Sarah AuliaKategori Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 13 October 2017 Namaku Ulfa, aku lahir di Jakarta, 19 Oktober 1997 aku adalah anak tunggal dari keluarga yang memiliki usaha dibidang properti yang cukup besar di Indonesia. Kedua orangtuaku sudah berpisah sejak aku berumur 10 tahun, sejak saat itu aku tinggal bersama dengan bundaku meski aku tinggal bersama dengan bunda namun aku masih bisa dan masih sering bertemu dengan ayah. Saat itu aku sempat merasa bahwa kehidupan tak pernah adil padaku karena aku tak pernah bahagia, tak pernah aku rasakan kasih sayang yang utuhnya dari kedua orangtuaku aku pernah berkata pada mereka “Aku ini anak kalian mengapa kalian tak pernah ada wantu untukku, tapi entah mengapa setiap kali aku marah aku tak kuasa berkata seperti itu pada mereka mungkin karena mereka adalah orangtua yang telah merawat dan membesarkan aku. Hari berlalu begitu cepat tak terasa waktu begitu cepat berjalan aku mulai beranjak dewasa. Kini hariku mulai berwarna karena kini aku mengenal seseorang yang dapat membuatku tersenyum dan tertawa saat bersama dia. Dia bernama Muhammad Sulung, entah mengapa saat bersama dengannya aku merasa nyaman aku juga merasa bahagia bersama dengannya setiap kali bersama dengannya aku selalu merasa tak pernah ada masalah selama ini. Meskipun kenyataannya masalah di hidupku sangat banyak dan itu membuatku tidak pernah bahagia, namun semejak mengenal dia aku merasa dia bisa menjadi tempatku bersandar aku sempat bertemu dengannya di taman sekolah pertemuan yang tidak disengaja, namun pertemuan itulah yang menjadi awal kisahku dengan dirinya. Saat itu hari dimana seleruh siswa di sekolahku diharuskan bersama dengan temannya namun aku yang memang jarang mempunyai teman merasa bingung aku harus bagaimana, dan disaat kebingungan itu datang sulung dengan tanpa ragu menggenggam tanganku sambil berkata “Ulfa ayo kita datang bersama ke sekolah” ucap sulung padaku. Dan saat itu kami datang bersama ke acara sekolah dalam rangka ulang tahun sekolah kami. Saat itu semua mata tertuju padaku dan sulung banyak orang orang yang memandang tak percaya, seakan baru saja melihat hal aneh. Aku yang berjalan di sebelah sulung hanya bisa berjalan canggung dan tak bisa berkutik karena aku tau bahwa banyak siswi yang tak suka melihatku berjalan bersama dengan sulung apalagi saat itu sulung menggandeng tanganku dan berjalan beriringan dengan diriku, aku yang berjalan bersamanya hanya bisa merunduk malu karena aku tau bahwa teman temanku tidak menyukai hal itu terlebih sulung yang sangat tampan saat itu membuat para siswi lain tak henti hentinya memandang dirinya dan aku yang melihat hal itu hanya bisa merunduk malu karena aku merasa tidak pantas ada di dekatnya, sulung yang juga anak tunggal dari keluarga konglomerat yang sangat kaya di Indonesia memiliki daya tarik yang luar biasa berpengaruh kepada kehidupan pergaulannya. Lain dengan diriku yang lebih menutup diri dari kebanyakan teman temanku di sekolah dan aku yang lebih tertarik dengan duniaku sendiri, meskipun begitu sulung yang terkenal dan menjadi idola di kalangan murid murid di sekolahku terutama para siswi yang terus saja mengejar sulung ke manapun dia pergi mereka pasti akan selalu mengikutinya. Seiring berjalannya waktu aku dan sulung semakin dekat dan kami semakin sering bersama, aku yang saat itu belum pernah jatuh cinta kepada laki laki manapun seperti merasakan sesuatu yang aneh di diriku hatiku seperti bergetar hebat setiap kali bersama dengan dia setiap kali dia menggenggam tanganku, aku seperti ingin terbang ke angkasa setiap kali dia menatap mataku hatiku menjadi berbunga bunga. Seperti saat itu kami yang sedang berada di taman sekolah membahas pelajaran bersama tak sengaja bertemu pandang tatapan yang dia berikan padaku punya arti tersendiri saat kami sama sama terdiam dengan pikiran kami masing masing dengan sengaja dia mencubit pipiku yang memang sedikit tembem aku yang kesakitan karena pipiku dicubit olehnya hanya bisa berkata “Ih sulung sakit tau kamu iseng sekali” ucaku sembari cemberut dan menekuk wajahku dan dengan tanpa rasa bersalah dia hanya berkata “Abis kau tembem sih dasar ulfa tembem” ucapnya enteng tanpa beban. Aku masih saja menekuk wajahku sebal karena dia tak meminta maaf padaku, melihatku yang masih saja cemberut menekuk wajahku dia berkata “Maafkan aku ya tembem aku janji tidak akan mencubit pipimu lagi, ayolah tersenyum lagi ya ulfa jangan cemberut seperti ini kamu akan terlihat lebih cantik jika wajah cantikmu itu kau beri sedikit saja senyum manis yang tulus ayolah kumohon” ucap sulung padaku. Mendengar kata kata sulung tadi aku mulai tersenyum tak hanya senyum aku bahkan tertawa setelah melihat wajahnya yang memohon itu sangat lucu wajah tampan sulung jadi terlihat lucu setelah dia memohon padaku untuk tersenyum, “Baiklah aku akan tersenyum asalkan kamu berjanji padaku jangan mencubit pipiku lagi” ucapku padanya “Baiklah tembem aku berjanji padamu tembem” ucapnya padaku. “Apa tembem kau ini dasar item menyebalkan” teriakku di depan wajahnya dan dia hanya tertawa “Haha item item kereta api tau biar item banyak yang ngantri” ucapnya sambil tertawa. Melihat itu aku merasa bahagia oh tuhan apakah ini? Mengapa hatiku selalu bahagia dan nyaman saat bersama dengannya, apakah aku jatuh cinta padanya? Pada sulung yang baru menjadi sahabat baikku, benarkah ini haruskah aku menjauh darinya agar tak ada masalah dikemudian hari. Atau haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku mencintai dirinya? Tapi akankah dia akan menerima diriku atau malah sebaliknya?. Hari hariku kini berubah aku kini mulai belajar untuk menjauh darinya karena aku takut kecewa padanya, namun meskipun aku menjauh darinya tetap saja dia yang selalu mendekatiku seperti kemarin saat sedang di sekolah aku memilih untuk tetap berada di dalam kelas karena aku tahu dia pasti sedang berada di taman tempat kami dulu biasa bersama, dan benar saat aku sedang berada di dalam kelas ada temanku yang menegurku sembari berkata “Ulfa kau tidak ke taman?” tanya temanku linda “Ah tidak lin aku lagi tidak ingin ke taman, memangnya kenapa?” tanyaku kepadanya “Itu si sulung dia sedang menunggumu ditaman di tempat biasa kalian belajar bersama” tutur linda “Oh… Ya mengapa dia ada di sana?” tanyaku “Entahlah mungkin dia sedang menunggumu di sana” jawab linda. Oh tuhan apa iya sulung menungguku di tempat biasa kami belajar? Tapi mengapa dia menungguku? Kulirik arloji yang ada di tanganku sekarang sudah pukul sore sebentar lagi bel masuk pelajaran terakhir mengapa dia masih menungguku, biasanya jam segini seharusnya dia sudah berada di dalam kelas mengapa dia masih menungguku? Aduh aku merasa tidak enak padanya bagaimana ini apa yang harus aku lakukan ya? Tring… Oh handphoneku berdering oh pesan masuk rupanya, tapi dari siapa ya? Dengan sigap kubuka pesan singkat yang ada di handphoneku itu dari sulung? Ya tuhan ternyata dia yang mengirim pesan padaku From Sulung “Ulfa kamu di mana? Aku sudah menggumu sejak tadi” isi pesan darinya, bagaimana ini apa yang harus aku lakukan? Baiklah lebih baik aku menemuinya saja daripada nanti aku jadi tidak enak padanya akhirnya kuputuskan untuk menemui sulung yang sedang berada di taman sekolah. Dan ketika aku bertemu dengan dia di taman sekolah kulihat dia sepertinya dia sudah lama menungguku kuhampiri dia yang sedang duduk di bangku taman tempat kami biasa berlajar dan saat aku menghampirinya aku merasa sangat bersalah padanya karena aku membuatnya menunggu sampai jam segini kulirik arlojiku sekarang pukul petang entah sudah berapa lama dia menungguku dan ketika aku berada di dekat bangku taman yang sedang dia tempati aku berdeham “Sulung… Apa kamu sudah lama di sini?” tanyaku padanya tak ada jawaban dari mulutnya namun, seketika dia beranjak dari duduknya dan langsung memelukku dengan erat aku terdiam seketika. Tak kusangka dia akan memelukku seperti ini dan ternyata kejutan darinya belum usai. “Dia menangis” “Sulungku menangis” ada apa ini tuhan mengapa dia menangis? Apa yang telah terjadi padanya? Dengan refleks aku membalas pelukkan darinya dan berbisik di telinganya “Mengapa kau menangis? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik baik saja?” tanyaku berbisik tepat ditelinganya. Dan bukan menjawab semua pertanyaanku dia justru terus saja menangis hingga akhirnya aku memintanya untuk duduk kembali di bangku taman tempatnya menungguku, tanpa melepas pelukannya padaku dia menatap mataku dan di dalam kedua bola matanya kulihat ada rasa takut dan kecewa dan aku tau tatapan itu pasti ditujukan padaku. Sekejap aku terdiam karena hatiku seperti teriris oleh tatapannya, ketika itu kugenggam tangannya dengan yakin dan kumulai pembicaraan “Sulung kau belum menjawab pertanyaanku” ucapku padanya “Ulfa mengapa kau menjauh dariku? Apa kau marah padaku?” ucapnya padaku aku hanya menggeleng. “Lalu kenapa? Kenapa kau menjauh dariku apa berbuat salah padamu?” tanya sulung padaku, “Tidak kau tidak melakukan itu sebenarnya aku menjauh darimu bukan karena aku membenci dirimu sulung seandainya kau tau apa alasanku kamu pasti menjauh dariku” ucapku padanya dengan mata berkaca kaca, dan entah apa yang terjadi padanya dia langsung memelukku dan berkata “Kumohon ulfa jangan menangis katakan saja aku tidak akan meninggalkanmu aku berjanji” ucapnya padaku akhirnya aku mengatakan apa yang kurasakan. “Sulung jujur aku jatuh cinta padamu, tapi aku takut jika kamu akan pergi meninggalkanku” ucapku dengan jujur padanya. Ternyata dia justru berkata padaku dia juga mencintaiku bahkan sejak pertama kami saling mengenal. Aku terkejut mendengar jawabannya barusan hingga aku memeluknya dengan kencang hingga dia tidak dapat bergerak dan dia berkata padaku “Iya tembem aku tahu kamu bahagia tapi apa kau tidak bisa lebih lembut sedikit denganku hah tembem” ucapnya padaku. Waktu berlalu setelah pernyataan cintanya padaku aku berpikir jika kami berdua sudah menjadi sepasang kekasih namun ternyata aku salah, aku yang sangat menyayanginya justru mendapat kabar yang membuatku kaget mendengarnya, kabar yang mengatakan jika sulung berpacaran dengan anisa teman sekolahku juga hanya saja aku sulung dan anisa berbeda jurusan jika aku dan sulung adalah anak jurusan IPA anisa adalah murid jurusan IPS. Sejujurnya aku kecewa mendengar berita itu dan aku masih berharap jika berita itu hanya berita bohong yang dikarang oleh seluruh teman teman sekolahku agar aku dan sulung menjadi jauh dan tidak terlalu sering bersama. Namun ternyata dugaanku salah ternyata kabar yang aku dengar dari teman temanku itu benar memang benar jika sulung dan anisa berpacaran saat itu baru aku tau jika ternyata anisa lah yang meminta sulung untuk menjadi kekasihnya dan yang membuatku kecewa dan sakit hati adalah sulung menerima keinginan dan permintaan anisa tanpa memikirkan perasaanku terlebih dahulu tuhan adilkah ini? Mengapa seperti ini disaat aku sudah percaya jika dia mencitaiku juga mengapa justru dia yang merusak kepercayaanku kepadanya dan itu membuatku merasa kecewa dan sakit hati, sepulang sekolah aku duduk di taman sekolah. Kini kenangan manis itu berubah menjadi hampa seolah tak pernah terjadi hal indah itu di dalam hidupku dan hidupnya karena pada kenyataanya sulung kini berubah. Dia bukan lagi sulung yang kukenal bukan sulung yang dulu memeluku bukan sulung yang menangis karena tak bertemu denganku, dan dia bukanlah sulung yang buatku jatuh cinta tuhan aku kecewa mengapa disaat seperti ini disaat seharusnya aku bahagia bersamanya dia justru pergi meninggalkanku dan memilih bersama anisa tanpa perduli bagaimana persaanku. Bahkan dia tak pernah bertanya apakah aku mengetahaui tentang hubungannya dengan anisa atau tidak, sungguh aku kecewa atas sikapnya padaku yang seolah tak ada yang membuat hatiku terluka. Bahkan dia seolah tak peduli dengan perasaan dan keadaan hatiku hati yang dulu pernah berharap memiliki hatinya sekarang jangankan bertanya memandang langsung diriku saja dia seolah tak sudi lagi memandang mataku dia tak mau bahkan sekedar bertanya bagaimana perasaanku kini dia tak melakukannya. Tuhanku mengapa aku harus merasakan ini semua aku mencintainya dengan tulus aku menerimanya apa adanya aku tak pernah menuntut dirinya menjadi orang lain aku hanya minta padanya untuk membuatku bahagia meskipun sekedar tersenyum, namun jika saja dia melakukannya dengan tulus sungguh aku bahagia. To Sulung “Hai sulung apa kabar? Aku dengar kamu berpacaran dengan anisa benarkah itu? Mengapa kamu tak pernah cerita denganku?” tuturku kepadanya melalui pesan singkat. Tring To Ulfa “Maafkan aku ulfa aku tak memberitahu padamu yang sebenarnya, memang benar aku sekarang berpacaran dengan anisa tapi itu semua keinginannya bukan keinginanku. Kabarku baik bisakah kita bertemu sepulang sekolah di taman biasa?” balasan dari sulung di handphone tadi membuatku sakit, tapi aku mencoba tersenyum meski aku tersenyum kecut seusai membaca pesan itu langsung saja aku letakan handphoneku di atas meja. Sepulang sekolah aku kembali berjalan ke taman sekolahku dengan langkah gontai aku menuju tempat biasa aku duduk di taman itu tempat yang nyaman. Sampai di sana aku melihat sulung sedang duduk di bangku yang aku tuju aku tetap berjalan hingga ketika aku sampai di bangku itu kulihat sulung duduk dengan memandang ke depan namun tatapan matanya terlihat nanar seperti dia sedang banyak masalah melihatku dia langsung membuka pembicaraan “Ulfa kau datang aku pikir kau tak akan datang karena kau marah padaku” ucapnya padaku, “Iya aku datang namun aku datang bukan untuk bertemu denganmu aku datang untuk mengenang kenangan manis bersama orang yang kucintai” jawabku. Wajah sulung seperti kagat mungkin karena aku berkata seperti itu dan sulung akhirnya berkata “Maafkan aku tapi sungguh aku memang mencintaimu dengan setulus hatiku dan soal anisa aku terpaksa” tutur sulung, “Benarkah itu jadi bagaimana sekarang denganku? Dengan hatiku?” tanyaku akhirnya dia berkata “Jika kau mau menunggu aku pasti akan kembali padamu” ucapnya, “Baiklah tapi jujur aku kecewa padamu” ucapku padanya. Cerpen Karangan Sarah Aulia Facebook Sarah Aulia Sarah Aulia lahir di Jakarta 17 April 1999, siswi di SMK Muhammadiyah 15 Jakarta. Siswi kelas XII Multimedia ini memiliki hobi dan minat dalam sastra dan kesenian terutama seni musik, bercita-cita menjadi penulis, penyanyi, dan ahli dalam bidang IT dan Multimedia. Mempunyai moto hidup “ Sahabat dan keluarga adalah penyemangat,. Email sarahaulia14045[-at-] Facebook Sarah Aulia Nomor HP 085811252658 Cerpen Cinta Pertama Yang Menyakitkan merupakan cerita pendek karangan Sarah Aulia, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Awas, Ada Psikopat Di Rumahku Oleh Sevilla E. Azzahra Di sekolah SMA Deanadara Jiliandra terdapat banyak siswa maupun siswi yang bertampang menarik. Tak hanya itu, mereka juga pintar dalam segala hal. Kegiatan olahraga, seni, musik, berhitung dan bahkan My Infinity Love, Ryan Oleh Aisyah Lee Hujan turun semakin deras, terlihat jelas rintikan hujan membasahin jalan sekitar komplek rumahku. Seperti biasa, jika turun hujan aku duduk di dekat jendela, untuk melihat jalanan yang basah diguyur Salahku Oleh Meilani Putri Aku Ayana, seorang siswi di sebuah SMA Negeri di Bandar Lampung. Hari ini adalah hari pertama aku memijakan kaki di kelas ini, 2 a. Kata teman-temanku, aku orang nya Ayunda Mengejar Cinta Part 1 Oleh T. Khairatuzzifa Jam sudah menunjukkan pukul pagi, aku terbangun dari tidur pulasku, alarm yang ku pasang malam tadi sudah sangat sukses membuatku terbangun dari mimpi yang menurutku sangat indah untuk Suara Tengah Malam Oleh Niki Ayam berkokok, menandakan sang fajar telah terbit. Aku pun segera beranjak dari tempat tidur untuk mandi, lalu mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah, karena hari itu Sabtu, 23 Desember “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen cinta pertama yang menyakitkan